JAKARTA — Ujung jaringan kereta penumpang di Jawa dan Sumatra tidak hanya menandai akhir lintasan. Stasiun Merak, Ketapang, Krueng Mane, dan Tanjungkarang memiliki hubungan berbeda dengan pelabuhan, kota pesisir, dan sejarah wilayahnya.

Merak dan Ketapang bertemu jalur penyeberangan

Di Jawa bagian barat, Stasiun Merak berada dekat Pelabuhan Merak. Penumpang dapat melanjutkan perjalanan menyeberangi Selat Sunda, sementara jalur kereta menuju kawasan itu telah hadir sejak awal abad ke-20.

Di ujung timur Jawa, Stasiun Ketapang menjadi salah satu akses menuju Banyuwangi dan perjalanan lanjutan ke Bali melalui penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. KAI mencatat 615.161 pergerakan penumpang naik dan turun pada Januari–September 2026, naik 8,56 persen dari periode sama tahun sebelumnya.

Krueng Mane dan Tanjungkarang di Sumatra

Di Aceh, Krueng Mane menjadi salah satu ujung layanan penumpang aktif KA Cut Meutia pada lintas Krueng Geukueh–Bungkaih–Krueng Mane. Di Lampung, Tanjungkarang tumbuh bersama jaringan rel dan Pelabuhan Panjang sejak awal abad ke-20.

Tanjungkarang mencatat 562.993 pergerakan penumpang pada Januari–September 2026, tumbuh 13,99 persen dibandingkan periode sama 2025. Angka itu memperlihatkan bahwa stasiun bersejarah tetap menjadi simpul mobilitas sehari-hari.

Periksa sambungan sebelum berangkat

Jika ingin menjelajahi salah satu titik tersebut, periksa jadwal resmi dan moda lanjutan sebelum berangkat. Kedekatan stasiun dengan pelabuhan tidak selalu berarti waktu sambungan otomatis tersedia.

Berita lain di rubrik Wisata