KM Feronia, kapal wisata jenis pinisi dengan tonase GT 51, terbalik di perairan kawasan Taman Nasional Komodo pada Selasa, 13 Oktober 2026. Laporan yang mengutip Kantor SAR Maumere dan KSOP Labuan Bajo menyebut kapal membawa 25 wisatawan dan lima awak saat kecelakaan terjadi dalam perjalanan kembali ke Marina Labuan Bajo.

Sebanyak 24 wisatawan dan lima awak berhasil dievakuasi. Artinya, angka 29 orang selamat mencakup dua kelompok itu, bukan 29 wisatawan. Satu wisatawan domestik berusia 23 tahun belum ditemukan dalam pembaruan yang dimuat sumber pada Selasa malam dan Rabu pagi.

Kronologi dan angka evakuasi

Metro TV melaporkan kapal bertolak dari Marina Labuan Bajo menuju Pulau Rinca sekitar pukul 08.00 WITA. Setelah penumpang menyelesaikan aktivitas menyelam di perairan Manta, kapal melanjutkan perjalanan pulang dan mengalami kecelakaan di sekitar Pulau Tatawa pada sore hari. Evakuasi berlangsung bertahap dengan perahu milik unsur SAR dan KSOP.

Keterangan awal KSOP yang dikutip detik menyebut kapal dihantam arus kuat saat air pasang tinggi. Ada pula dugaan keterlambatan nakhoda mengantisipasi kondisi arus. Namun, sumber yang sama menegaskan penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Karena itu, dugaan awal tidak boleh ditulis sebagai kesimpulan investigasi.

Kendala pencarian dan batas informasi

Pencarian hari pertama dihentikan sekitar pukul 18.00 WITA setelah belum menemukan korban. Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman, sebagaimana dikutip Metro TV dan detikBali, menyebut jarak pandang terbatas serta arus laut sebagai kendala. Operasi dijadwalkan berlanjut pada Rabu, 14 Oktober.

Sumber publik yang dibuka Redaksi Jelajah Warga hingga pukul 09.08 WIB pada Rabu baru memuat rencana pencarian hari kedua, bukan hasil operasi terbaru. Status korban karenanya tidak diperbarui melampaui informasi tersebut. Artikel ini akan membutuhkan koreksi atau pembaruan bila otoritas mengumumkan perkembangan baru.

Bagi pembaca, empat hal perlu dipisahkan: jumlah seluruh orang di kapal adalah 30; jumlah yang berhasil dievakuasi adalah 29; satu orang masih dicari dalam laporan terakhir yang tersedia; dan penyebab pasti kecelakaan belum ditetapkan. Pemisahan ini mencegah angka keselamatan, status pencarian, serta dugaan awal penyebab tercampur menjadi klaim yang lebih pasti daripada sumbernya.

Transparansi artikel

Jejak sumber

Artikel ini merupakan kompilasi sumber terbuka, bukan liputan lapangan atau wawancara langsung redaksi. Tautan berikut mengikuti rujukan yang tersimpan bersama artikel.

Panel ini tidak menyatakan bahwa sumber telah diperiksa ulang hari ini. Baca pedoman editorial dan koreksi.

Berita lain di rubrik Nasional